JEMBER BERDZIKIR DAN BERSHOLAWAT

Bermentallah Aku Hanyalah….. Jangan Bermental Aku Adalah…..

Kelebihan Ilmu

Posted by arif pada 6 Februari 2012

KELEBIHAN DARI ILMU

Bismillaahir Rohmanir Rohiim
Puji syukur pada Allah, Shalawat dan salam selalu tercurah kepada baginda Nabi Muhammad Sallahu ‘alaihi wa salam….

Allah berfirman :

شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لا إِلَهَ إِلا هُوَ وَالْمَلائِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ

Syahidallaahu annahuu laa ilaaha illaa huwa wal malaaikatu wa ulul ‘ilmi qaaiman bil qis-thi
Allah mengakui bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan selain dari padaNya dan malaikat malaikat mengakuinya dan orang orang berilmu, yang tegak dengan keadilan    (AL IMRAN 18)

Maka lihatlah, betapa Allah swt. memulai dengan diriNya sendiri dan kedua dengan malaikat malaikatNya dan ketiga ialah dengan ahli ilmu. Cukuplah kiranya dengan ini, buat kita pertanda kemuliaan, kelebihan, kejelasan, dan ketinggian orang-orang yang berilmu

Allah Berfirman :

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ

Yarfa’illaahul ladziina aamanuu minkum wal ladziina uutul ‘ilma darajaat

Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat( Al-Mujadalah 11)
Ibnu Abbas (Ra) mengatakan :

“Untuk ulama beberapa tingkat di atas orang mu’min, dengan 700 tingkat tingginya. Antara dua tingkat itu, jaraknya sampai 500 tahun perjalanan”

Allah Berfirman :

قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لا يَعْلَمُونَ

Qui hal yastawil ladziina ya’lamuuna wal ladziina laa ya’lamuun

Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang berilmu dengan orang-orang yang tidak berilmu? (Az Zhumar 9)

Allah Berfirman :

إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ

Innamaa yakhsyallaahamin ‘ibaadihi ulamaa-u

Sesungguhnya yang takut akan Allah daripada hambaNya ialah ulama (ahli ilmu) (Al Fathir 28)

Allah Berfirman :

قُلْ كَفَى بِاللَّهِ شَهِيدًا بَيْنِي وَبَيْنَكُمْ وَمَنْ عِنْدَهُ عِلْمُ الْكِتَابِ

Qul kafaa billaahi syahiidan bainii wabainakum wain an ‘indahuu ‘ilmul kitaab

Katakanlah! Cukuplah Allah menjadi saksi antara aku dan kamu dan orang-orang yang padanya adapengetahuan tentang Al-Qur-an  (Ar Ra’d 43)

Allah Berfirman :

قَالَ الَّذِي عِنْدَهُ عِلْمٌ مِنَ الْكِتَابِ أَنَا آتِيكَ بِهِ

Qaalal ladzii ‘indahuu ‘ilmun minal kitaabi ana aatika bihi

Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari Al kitab: ” Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip” (An Naml 40)

Ayat ini memberitahukan bahwa orang itu merasa sanggup karena tenaga pengetahuan yang ada padanya

Allah Berfirman:

وَقَالَ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ وَيْلَكُمْ ثَوَابُ اللَّهِ خَيْرٌ لِمَنْ آمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا

Wa qaalal ladziina uutul ‘ilma wailakum tsawaabullaahi khairun liman aamana wa ‘amila shaalihaa

Berkatalah orang orang yang dianugrahi ilmu ” Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala allah adalah lebih baik bagi orang orang yang beriman dan beramal sholeh (Al Qashash 80)

Ayat ini menjelaskan bahwa tingginya kedudukan di akhirat, diketahui dengan ilmu pengetahuan..

Allah Berfirman:

وَتِلْكَ الأمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ وَمَا يَعْقِلُهَا إِلا الْعَالِمُونَ

Wa tilkal amtsaalu nadlribuhaa linnaasi wa maa ya’qiluhaa illal ‘aalimuun

Dan perumpamaan perumpamaan ini kami buat untuk manusia dan tiada yang memahami kecuali orang orang yang berilmu (AL ‘Ankabut 43)

Allah Berfirman

وَلَوْ رَدُّوهُ إِلَى الرَّسُولِ وَإِلَى أُولِي الأمْرِ مِنْهُمْ لَعَلِمَهُ الَّذِينَ يَسْتَنْبِطُونَهُ مِنْهُمْ

Walau radduuhu ilar rasuuli wa ilaa ulil-amri minhum la’alimahul  ladiina yastanbithuu nahuu minhum

Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri) (An Nisa 83)

Ayat ini menerangkan bahwa untuk menentukan hukum dari segala kejadian, adalah terserah kepada pemahaman mereka. Dan dihubungkan tingkat mereka dengan tingkat Nabi-nabi, dalam hal menyingkap hukum Allah.

Allah Berfirman

يَا بَنِي آدَمَ قَدْ أَنْزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْآتِكُمْ وَرِيشًا وَلِبَاسُ التَّقْوَى

Yaabanii Aadama qad anzalnaa ‘alaikum libaasan yuwaarii sau-aatikum wa riisyan wa libaasut taqwaa

Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa (Al A’raaf  26 )

Dengan tafsiran, bahwa pakaian itu maksudnya ilmu, bulu itu maksudnya yakin dan pakaian ketaqwaan itu maksudnya malu

Pada ayat lain Allah berfirman:

وَلَقَدْ جِئْنَاهُمْ بِكِتَابٍ فَصَّلْنَاهُ عَلَى عِلْمٍ

Walaqad ji’naahum bikitaabin fashshalnaahu ‘alaa ‘ilmin

Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan sebuah Kitab (Al Qur’an) kepada mereka yang Kami telah menjelaskannya atas dasar pengetahuan (Al A’raaf 52)

Pada ayat lain Allah berfirman

فَلَنَقُصَّنَّ عَلَيْهِمْ بِعِلْمٍ

Falanaqushshanna ‘alaihim bi’ilmin

“Sesungguhnya akan kami ceriterakan kepada mereka menurut pengetahuan” (Al A’raaf 7)

Pada ayat lain Allah berfirman:

خَلَقَ الإنْسَانَ عَلَّمَهُ الْبَيَانَ                     

Khalaqal insaana ‘allamahul bayaan

Dia menciptakan manusia, Mengajarnya pandai berbicara (Ar Rahman 3-4)

Tuhan menerangkan yang demikian pada ayat tadi untuk menyatakan nikmatNya dengan pengajaran itu.

Adapun dari segi hadits

Rasulullah SAW Bersabda:

Man yuridil laahu bihi khairan yufaqqihhu fid diini wa yulhimhu rusydahu

Artinya :
“Barangsiapa dikehendaki Allah akan memperoieh kebaikan, niscaya dianugerahiNya pemahaman dalam agama dan diilhamiNya petunjuk”

(HR. Bukhari – Muslim)

Nabi Bersabda :

Al-‘ulamaa-u waratsatul ambiyaa-i

Artinya :
Orang berilmu (ulama) itu adalah pewaris dari Nabi-Nabi

(HR. Abu Dawud)

Dan sudah dimaklumi, bahwa tak ada pangkat di atas pangkat kenabian dan tak ada kemuliaan di atas kemuliaan yang mewarisi pangkat tersebut.

Nabi Bersabda:

Yastaghfiru lii’aalimi maa fis samaawaati wal ardli

Artinya :
“Isi langit dan isi bumi meminta ampun untuk orang yang berilmu”

(HR Abid Darda)

Manakah kedudukan yang melebihi kedudukan orang, di mana para malaikat di langit dan di bumi selalu meminta ampun baginya? Orang itu sibuk dengan urusannya dan para malaikat sibuk pula meminta ampun baginya….

Nabi SAW bersabda :

Innal hikmata taziidusy syariifa syarafan wa tarfa’ul mamluuka hattaa yudrika madaarikal muluuki

Artinya :
“Bahwa ilmu pengetahuan itu menambahkan mulia orang yang mulia dan meninggikan seorang budak sampai ke tingkat raja-raja”

(HR Dirawikan Abu Na’im dari Anas dengan sanad dha’if )

Dijelaskan oleh hadits ini akan faedahnya di dunia dan sebagai dimaklumi bahwa akhirat itu lebih baik dan kekal….

Nabi SAW bersabda :

Khashlataani laa yakuunaani fii munaafiqin, husnu s am tin wa fiqhun fid diin

Artinya :
“Dua perkara tidak dijumpai pada orang munafiq; baik kelakuan dan berpaham agama “

(dirawikan oleh Ath Tirmidzi dari Abu Hurairah, Hadist Gharib (asing isnadnya)

Dan janganlah anda ragu akan hadits ini, karena munafiqnya sebahagian ulama fiqih zaman sekarang. Karena tidaklah dimaksudkan oleh hadits itu akan fiqih yang anda sangkakan. Dan akan diterangkan nanti arti fiqih itu. Sekurang-kurangnya tingkat seorang ahli fiqih tahu ia bahwa akhirat itu lebih baik dari dunia. Dan pengetahuan ini, apabila benar dan banyak padanya, niscaya terlepaslah dia dari sifat nifaq dan riya

Nabi saw. bersabda :

Afdlalun naasil mu’minul ‘aalimul ladzii inihtiija ilaihi nafa’a wa inistughniya ‘anhu aghnaa nafsah

Artinya :

“Manusia yang terbaik ialah mu’min yang berilmu, jika, diperlukan dia berguna. Dan jika tidak diperlukan, maka dia dapat mengurus dirinya sendiri”

(Dirawikan Al-Baihaqi dari Abid Darda’,sanad dhaiif)

Nabi saw bersabda:

Al-imaanu ‘uryaanun wa libaasuhut taqwaa wa ziinatuhul hayaa-u wa tsamaratuhul ‘ilmu

Artinya : “Iman itu tidak berpakaian. Pakaiannya ialah taqwa, perhiasannya ialah malu dan buahnya ialah ilmu

(Dirawikan Al-Hakim dari A b i d Darda’, sabad dha’if.)

Nabi saw. bersabda :

Aqrabun naasi min darajatin nubuwwati ahlul ‘ilmi wal jihaadi. Amrtiaa ahlul ‘ilmi fadallun naasa ‘alaa maa jaa-at bihir rusulu wa ammaa ahlul jihaadi fajaahaduu bias-yaafihim ‘alaa maa jaa-at bihir rusul

Artinya :
“Manusia yang terdekat kepada derajat kenabian ialah orang yang berilmu dan berjihad. Adapun orang yang berilmu, maka memberi petunjuk kepada manusia akan apa yang dibawa Rasul-Rasul. Dan orang yang berjihad, maka bsrjuang dengan pedang membela apa yang dibawa para Rasul itu “.

(Dirawikan Abu Na’im dari Ibnu Abbas, sanad dla’if)

Nabi SAW bersabda:

Lamautu qabiilatin aisaru min mauti ‘aalimin

Artinya :
“Sesungguhnya mati satu suku bangsa, adalah lebih mudah dari pada mati seorang yang berilmu “

Nabi SAW bersabda

An-naasu ma’aadinu kama-‘aadinidz dzahabi wal fidldlati, fakhiyaaruhum  jaahiiiyyati khiyaaruhum HI istaami idzaa faquhuu

Artinya:
“Manusia itu ibarat barang logam seperti logam emas dan perak. Orang yang baik pada jahiliyah menjadi baik pula pada masa Islam apabila mereka itu berpaham (berilmu)”

(Dirawikan Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)

Nabi SAW bersabda :

Yuuzanu yaumal qiyaamati midaadul ‘ulamaa-i bidamisy syuhadaa

Artinya :
“Ditimbang pada hari qiamat tinta ulama dengan darah syuhada’ (orang-orang syahid mempertahankan agama Allah)”

(Dirawikan Ibnu Abdul-Birri dari Abid-Darda, Sanad dha’if)

Nabi SAW bersabda :

Man hafidha ‘alaa ummatii arba’iina hadiitsan minas sunnati hattaa yuaddiyahaa ilaihim kuntu lahuu syafii’an wa syahiidan yaumal qiyaamah

Artinya :
“Barangsiapa menghafal kepada ummatku empat puluh hadits, sehingga ia menghafalkannya kepada mereka, maka aku memberi syafa’at dan menjadi saksi baginya pada hari qiamat”

(Dirawikan ibnu Abdul-Birri dari Ibnu Umar dan dipandangnya dha’if)

Nabi SAW bersabda :

Man hamala min ummatii arba’iina hadiitsan laqiallaaha ‘azza wa jalla yaumal qiyaamati faqiihan ‘aaliman

Artinya :
“Barang siapa dari ummatku menghafal empat puluh hadits, maka dia akan bertemu dengan Allah pada hari qiamat sebagai seorang ahli fiqih yang ‘alim”.

(Dirawikan Ibnu Abdul-Birri dari Anas dan dipandangnya dha’if)

Nabi SAW bersabda :

Man tafaqqaha fii diinillaahi ‘azza wa jalla kafaahullaahu ta’aalaa maa ahammahu wa razaqahu min haitsu laa yahtasib

Artinya :
“Barangsiapa memahami agama Allah niscaya dicukupkan Allah akan kepentingannya dan diberikanNya rezeqi diluar dugaannya”

(Dirawikan Al – Khatib dari Abdullah bin Juz-I Az-Zubaidi, dengan sanad dha’if)

Bersabda Nabi SAW:

Auhallaahu ‘azza wa jalla ilaa Ibraahiima’alaihissalaam, yaa Ibraahiimu innii ‘aliimun uhibbu kulla’aliimin

Artinya :
“Diwahyukan Allah kepada Nabi Ibrahim alahis salam (as) : Hai Ibrahim! Bahwasanya Aku Maha Tahu, menyukai tiap-tiap orang yang tahu (berilmu)”

(Hadits ini disebutkan Ibnu Abdui-Birri dengan catatan)

Bersabda Nabi saw :

Al-‘aalimu amiinullaahi subhaanahu fil ardl

Artinya :
“Orang yang berilmu itu adalah kepercayaan Allah SWT di bumi”

(Dirawikan Ibnu Abdil-Birri dari Ma’adz, dengan sanad dha’if)

Bersabda Nabi SAW:

Shinfaani min uramatii idzaa shaluhuu shaluhan naasu wa idzaa fasaduu fasadan naasu, ai-umaraa-u wal fuqahaa-u

Artinya :
“Dua golongan dari ummatku apabila baik niscaya baiklah manusia semuanya dan apabila rusak niscaya rusaklah manusia seluruhnya yaitu Amir-amir dan ahli-ahli fiqih”

(Dirawikan oteh Ibnu Abdil-Birrl dan A b u N a ‘ im dari Ibnu Abbas, dengan
sanad dha’if)

Nabi  SAW Bersabda

Idzaa ataa ‘alayya yaumun laa azdaadu fiihi ‘ilman yuqarribunii ilaallahi ‘azza wa jalla falaa buurika lii fii thuluu’i syamsi dzaalikal yaum

Artinya :
“Apabila datanglah kepadaku hari, yang tidak bertambah ilmuku padanya, yang mendekatkan aku kepada Allah, maka tidak diberikan barakah bagiku pada terbit matahari hari itu “

Nabi  SAW Bersabda

Fadl-lul ‘aalimi ‘alal ‘aabidi kafadl-lii ‘alaa adnaa rajulin min ashhaabii

Artinya :
“Kelebihan orang berilmu dari orang ‘abid (orang yang banyak ibadahnya) seperti kelebihanku dari orang yang paling rendah dari shahabatku “

(Dirawikan At – Tirmidzi dari Abi Amamah dan katanya : hadits hasan shohih)

Lihatlah betapa Nabi saw. membuat perbandingan antara ilmu pengetahuan dan derajat kenabian. Dan bagaimana Nabi mengurangkan tingkat amal ibadah yang tidak dengan ilmu pengetahuan, meskipun orang yang beribadah itu, tidak terlepas dari pengetahuan tentang peribadatan yang selalu dikerjakan. Dan kalau tak ada ilmu, maka itu bukanlah ibadah namanya.

Nabi  SAW Bersabda

Fadl-lul ‘aalimi ‘alal ‘aabidi kafadl-lil qamari lailatal badri ‘alaa saa-iril kawaakib

Artinya :
“Kelebihan orang berilmu atas orang ‘abid, adalah seperti kelebihan bulan malam purnama dari bintang-bintang yang lain”

(Dirawikan Abu Dawud, At – Tirmidzi dll. dari Abid-Darda’)

Nabi  SAW Bersabda

Yasyfa’u yaumal qiyaamati tsalaatsatun : al-ambiyaa-u tsummal ‘ulamaa-u tsummasy syuhadaa-u

Artinya :
“Yang memberi syafa’at pada hari qiamat ialah tiga golongan yaitu: para nabi, kemudian alim ulama dan kemudian para syuhada

(Dirawikan Ibnu Majah dam Utsman bin Affan sanad dha’if)

Ditinggikan kedudukan ahli ilmu sesudah nabi dan di atas orang syahid, serta apa yang tersebut dalam hadits tentang kelebihan orang syahid

Nabi  SAW Bersabda

Maa ‘ubidallaahu ta’aalaa bisyai-in afdlala min fiqhin fid diini wa lafaqiihun waahidun asyaddu ‘alasy syaithaani min alfi ‘aabidin wa likulli syai-in ‘imaadun wa ‘imaadu haadzad diinil fiqhu

Artinya :
“Tiadalak peribadatan sesuatu kepada Allah yang lebih utama dari pada memahami agama. Seorang ahli fiqih adalah lebih sukar bagi setan menipunya daripada seribu orang ‘abid. Tiap-tiap sesuatu, ada tiangnya. Dan tiang agama itu ialah memahaminya (ilmu fiqhi) “

(Dirawikan Ath-Thabrani dll. dari Abu Hurairah, sanad dha’if)

Nabi  SAW Bersabda

Khairu diinikum aisaruhu wa khairul ‘ibaadatil fiqhu

Artinya :
“Yang terbaik dari agamamu ialah yang termudah dan ibadah yang terbaik ialah memahami agama”

(Dirawikan Ibnu Abdil-Birri dari Anas, sanad dha’if)

Nabi  SAW Bersabda

Fadl-lul mu’minil ‘aalimi ‘alal mu’minil ‘aabidi bisab’iina darajatan

Artinya :
“Kelebihan orang mu’min yang berilmu dari orang mu’min yang ‘abid ialah tujuh puluh derajat”

(Dirawikan Ibnu ‘Uda dari Abu Hurairah, sanad dha’if)

Nabi  SAW Bersabda

Innakum ash bah tumnii fii zamanin katsiirin fuqahaa-uhu, qaliilin qurra-uhu wahuthaba-uhu talilin saailuhu katsirim mu’tuhu. al amalu fiihi khairum minal ‘ilmi. wasaya’tii ‘alannasi zamanun qalilun fukahaa-uhu katsirun khutabaa-uhu qolilum ma’atuhu katsirun saailuhu. al ilmu fiihi khairul minal amal

Artinya :
“Bahwa kamu berada pada suatu masa yang banyak ahli fiqihnya, sedikit ahli qira-at dan ahli pidato, sedikit orang meminta dan banyak orang memberi. Dan amal pada masa tersebut lebih baik dari pada ilmu. Dan akan datang kepada ummat manusia suatu masa yang sedikit ahli fiqihnya, banyak ahli pidato, sedikit yang memberi dan banyak yang meminta. Ilmu pada masa itu lebih baik dari amal”

(Dirawikan Ath-Thabranl dari Hlzam bin Hakim, Sanad dha’if)

Orang bertanya kepada Nabi SAW :

“Wahai Rasulullah! Amalan apakah yang lebih baik?”

Maka Nabi SAW menjawab :

“Ilmu mengenai Allah ‘Azza wa Jalla (Maha Mulia dan Maha Besar)

Bertanya pula orang itu :

“Ilmu apa yang engkau kehendaki?

Nabi saw menjawab :

“Ilmu mengenai Allah SWT”

Berkata orang itu lagi :

“Kami menanyakan tentang amal, lantas engkau menjawab tentang ilmu”

Maka Nabi SAW menjawab :

“Bahwasanya sedikit amal adalah bermanfa’at apabila disertai ilmu mengenal Allah. Dan bahwasanya banyak amal tidak bermanfa’at apabila disertai kebodohan mengenal Allah SWT”

Nabi SAW bersabda

Yab’atsullaahu subhaanahul ‘ibaada yaumal qiyaamati, tsumma yab’atsul ‘ulamaa-a tsumma yaquulu : Yaa ma’-syaral ‘ulamaa-i Innii lam adla’ ‘ilmii fiikum illaa li’ilmii bikum. Wa lam adla’ – ‘ilmii fiikum li-u-adh-dhibakum, idh-habuu faqad ghafartu lakum

Artinya :
“Allah SWT membangkitkan hamba-hambaNya pada hari qiamat, Kemudian membangkitkan orang-orang ‘alim seraya berfirman : “Hai orang ‘alim! Bahwasanya Aku tidak meletakkan ilmuKu padamu selain karena Aku mengetahui tentang kamu. Dan tidak Aku meletakkan ilmuKu padamu untuk memberi adzab kepadamu. Pergilah! Aku telah mengampunkan segala dosamu”

(Dirawikan Ath-Thabrani dari Abi Musa, dengan sanad dha’if)

Waallahu a’lam bi-showab

YA ALLAH AKU MOHON KEPADAMU AKAN KHUSNUL KHOTIMAH…..  AMINALLAHUMMA… AMIN…
 

Na’uudzu billaahi min ‘ilmin laa yanfa

“Aku berlindung pada Allah, dari ilmu yang tidak bermanfa’at”

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ

Tunjukilah kami jalan yang lurus

Terjemahan dari kitab Ihya Ulumiddin karya Imam Al Ghozali

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 39 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: