JEMBER BERDZIKIR DAN BERSHOLAWAT

Bermentallah Aku Hanyalah….. Jangan Bermental Aku Adalah…..

kh. kholil bangkalan

Posted by arif pada 30 Juli 2009

kh. kholil bangkalan

sekilas tentang sejarah kh. kholil bangkalan

KH. Muhammad Kholil dilahirkan pada 11 Jamadilakhir 1235 Hijrahatau 27 Januari 1820 Masihi di Kampung Senenan, Desa Kemayoran, Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, Pulau Madura, Jawa Timur. Beliau berasal dari keluarga Ulama dan digembleng langasung oleh ayah Beliau menginjak dewasa beliau ta’lim diberbagai pondok pesantren. Sekitar 1850-an, ketika usianya menjelang tiga puluh, Kiyai Muhammad Khalil belajar kepada Kiyai Muhammad Nur di Pondok-pesantren Langitan, Tuban, Jawa Timur. Dari Langitan beliau pindah ke Pondok-pesantren Cangaan, Bangil, Pasuruan. Kemudian beliau pindah ke Pondok-pesantren Keboncandi. Selama belajar di pondok-pesantren ini beliau belajar pula kepada Kiyai Nur Hasan yang menetap di Sidogiri, 7 kilometer dari Keboncandi. Kiyai Nur Hasan ini, sesungguhnya, masih mempunyai pertalian keluarga dengannya. Sewaktu menjadi Santri KH Muhammad Kholil telah menghafal beberapa matan, seperti Matan Alfiyah Ibnu Malik (Tata Bahasa Arab). disamping itu juga beliau juga seorang hafiz al-Quran . Belia mampu membaca alqur’an dalam Qira’at Sab’ah (tujuh cara membaca al-Quran).

Pada 1276 Hijrah/1859 Masihi, KHMuhammad Khalil Belajar di Mekah. Di Mekah KH Muhammad Khalil al-Maduri belajar dengan Syeikh Nawawi al-Bantani(Guru Ulama Indonesia dari Banten). Di antara gurunya di Mekah ialah Syeikh Utsman bin Hasan ad-Dimyathi, Saiyid Ahmad bin Zaini Dahlan, Syeikh Mustafa bin Muhammad al-Afifi al-Makki, Syeikh Abdul Hamid bin Mahmud asy-Syarwani i. Beberapa sanad hadis yang musalsal diterima dari Syeikh Nawawi al-Bantani dan Abdul Ghani bin Subuh bin Ismail al-Bimawi (Bima, Sumbawa). Kh.Muhammad Kholil Sewaktu Belajar di Mekkah Seangkatan dengan KH.Hasym Asy’ari,Kh.Wahab Hasbullah dan KH.Muhammad Dahlan namum Ulama-ulama Dahulu punya kebiasaan Memanggil Guru sesama Rekannya, Dan Kh.Muhammad KHolil yang Dituakan dan dimuliakan diantara mereka.

Sewaktu berada di Mekah untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, Kh.Muhammad Khalil bekerja mengambil upah sebagai penyalin kitab-kitab yang diperlukan oleh para pelajar. Diriwayatkan bahwa pada waktu itulah timbul ilham antara mereka bertiga, yaitu: Syeikh Nawawi al-Bantani, Kiyai Muhammad Khalil al-Maduri dan Syeikh Saleh as-Samarani (Semarang) menyusun kaedah penulisan huruf Pegon. Huruf Pegon ialah tulisan Arab yang digunakan untuk tulisan dalam bahasa Jawa, Madura dan Sunda. Huruf Pegon tidak ubahnya tulisan Melayu/Jawi yang digunakan untuk penulisan bahasa Melayu.

karena Kiyai Muhammad Khalil cukup lama belajar di beberapa pondok-pesantren di Jawa dan Mekah, maka sewaktu pulang dari Mekah, beliau terkenal sebagai ahli/pakar nahwu, fiqih, thariqat ilmu-ilmu lainnya. Untuk mengembangkan pengetahuan keislaman yang telah diperolehnya, Kiyai Muhammad Khalil selanjutnya mendirikan pondok-pesantren di Desa Cengkebuan, sekitar 1 kilometer arah Barat Laut dari desa kelahirannya. Kh. Muhammad Khalil al-Maduri adalah seorang ulama yang bertanggungjawab terhadap pertahanan, kekukuhan dan maju-mundurnya agama Islam dan bangsanya. Beliau sedar benar bahwa pada zamannya, bangsanya adalah dalam suasana terjajah oleh bangsa asing yang tidak seagama dengan yang dianutnya. Beliau dan keseluruhan suku bangsa Madura seratus peratus memeluk agama Islam, sedangkan bangsa Belanda, bangsa yang menjajah itu memeluk agama Kristian. Sesuai dengan keadaan beliau sewaktu pulang dari Mekah telah berumur lanjut, tentunya Kiyai Muhammad Khalil tidak melibatkan diri dalam medan perang, memberontak dengan senjata tetapi mengkaderkan pemuda di pondok pesantren yang diasaskannya. Kiyai Muhammad Khalil sendiri pernah ditahan oleh penjajah Belanda kerana dituduh melindungi beberapa orang yang terlibat melawan Belanda di pondok pesantrennya. beberapa tokoh ulama maupun tokoh-tokoh kebangsaana lainnya yang terlibat memperjuangkan kemerdekaan Indonesia tidak sedikit yang pernah mendapat pendidikan dari Kiyai Muhammad Khalil al-Maduri .

Kh.Ghozi menambahkan, dalam peristiwa 10 November, Mbah Kholil bersama kiai-kiai besar seperti Bisri Syansuri, Hasyim Asy’ari, Wahab Chasbullah dan Mbah Abas Buntet Cirebon, menge-rahkan semua kekuatan gaibnya untuk melawan tentara Sekutu.

Hizib-hizib yang mereka miliki, dikerahkan semua untuk menghadapi lawan yang bersenjatakan lengkap dan modern. Sebutir kerikil atau jagung pun, di tangan kiai-kiai itu bisa difungsikan menjadi bom berdaya ledak besar.

Tak ketinggalan, Mbah Kholil mengacau konsentrasi tentara Sekutu dengan mengerahkan pasukan lebah gaib piaraannya. Di saat ribuan ekor lebah menyerang, konsentrasi lawan buyar.

Saat konsentrasi lawan buyar itulah, pejuang kita gantian menghantam lawan. ”Hasilnya terbukti, dengan peralatan sederhana, kita bisa mengusir tentara lawan yang senjatanya super modern. Tapi sayang, peran ulama yang mengerahkan kekuatan gaibnya itu, tak banyak dipublikasikan,” papar Kiai Ghozi, cucu KH Wahab Chasbullah ini.

Kesaktian lain dari Mbah Kholil, adalah kemampuannya membelah diri. Dia bisa berada di beberapa tempat dalam waktu bersamaan.

Pernah ada peristiwa aneh saat beliau mengajar di pesantren. Saat berceramah, Mbah Kholil melakukan sesuatu yang tak terpantau mata. ”Tiba-tiba baju dan sarung beliau basah kuyub,” cerita kh Ghozi.

Para santri heran. Sedangkan beliau sendiri cuek, tak mau menceritakan apa-apa. Langsung ngloyor masuk rumah, ganti baju.

Teka-teki itu baru terjawab setengah bulan kemudian. Ada seorang nelayan sowan Mbah Kholil. Dia mengucapkan terimakasih, karena saat perahunya pecah di tengah laut, langsung ditolong Mbah Kholil.

”Kedatangan nelayan itu membuka tabir. Ternyata saat memberi pengajian, Mbah Kholil dapat pesan agar segera ke pantai untuk menyelamatkan nelayan yang perahunya pecah. Dengan karomah yang dimiliki, dalam sekejap beliau bisa sampai laut dan membantu si nelayan itu,” papar kh Ghozi yang kini tinggal di Wedomartani Ngemplak Sleman ini.

di antara sekian banyak murid Kh Muhammad Khalil al-Maduri yang cukup menonjol dalam sejarah perkembangan agama Islam dan bangsa Indonesia ialah Kh Hasyim Asy’ari (pendiri Pondok-pesantren Tebuireng, Jombang, dan pengasas Nahdhatul Ulama / NU) Kiyai Haji Abdul Wahhab Hasbullah (pendiri Pondok-pesantren Tambakberas, Jombang); Kiyai Haji Bisri Syansuri (pendiri Pondok-pesantren Denanyar); Kiyai Haji Ma’shum (pendiri Pondok-pesantren Lasem, Rembang, adalah ayahanda Kiyai Haji Ali Ma’shum), Kiyai Haji Bisri Mustofa (pendiri Pondok-pesantren Rembang); dan Kiyai Haji As’ad Syamsul `Arifin (pengasuh Pondok-pesantren Asembagus, Situbondo).

Kh. Muhammad Khalil al-Maduri, wafat dalam usia yang lanjut 106 tahun, pada 29 Ramadan 1341 Hijrah/14 Mei 1923 Masihi.

About these ads

35 Tanggapan to “kh. kholil bangkalan”

  1. moh agus budiyono dari semarang said

    Assalamu’alaikum……
    DAHULU Mbah Kholi Bangkalan memiliki murid kinasih 2 orang
    1. KH Hasyim Asy’ari pendiri Nahdlatul Ulama
    2. KH Siroj Al-Arif Tulung Agung Jatim
    beliau berdua ( Mbah Hasyim dan Mbah Siroj ) sekamar dalam pondok / sak bantal, sak gotaan ( bhs jawa )
    namun informasi tentang KH Siroj Al’arif sangat terbatas, karena beliau saat itu hanya mengurusi kambing Mbah Kholil ( sebagai khodim ) dan tidak diajarkan ilmu sareat secara penuh, namun beliau diajarkan fokus ke ilmu hakekat / tauhid.
    KH Siroj Al-Arif meninggal dunia pada tanggal 8 Juni 1995 / 9 muharrom 1416 H di Tulung Agung pada usia hampir 200 tahun>
    Garwo ( istri ) beliau yang terakhir bernama ibu Nyai Lathifah (tulung agung ) dan sekarang masih hidup.
    terima kasih….

  2. mubtadi’

  3. TreTans said

    Alhamdulillah.. saya punya buku tentang Syech. Moch. Cholil lengkap dengan silsilahnya.. :)

  4. jailany said

    mas, tolong tulis tentang silsilah seykhona donk……!!

  5. kamto said

    trims udh mengangkat sejarah kyai kholil bangkalan. Krn Sy sngat mengidolakannya. Tp tlg paparkan sejarah yg benar. “mbah kholil bersama kyai2 besar,seperti…” mendefinisikan kyai kholil msih hidup. Pdhal kan udh wafat..
    Sy dukung tulisan anda, tp tlg betulkan dl tulisan anda. Agar orang yg tidak tahu tentang sejarah beliau, tidak bingung. Sekian terima kasih. Wassalam.

    • Anonymous said

      semuanya benar memang kh kholil bangkalan adalah ulama besar yg patut di jadikan contoh perjuanganya .untuk agama dan negara….

  6. Abualex79 said

    ma.af sejarah nya kurang jelas

  7. son haji said

    TERUSKAN TERUS PERJUANGANMU SAUDARAKU.
    SALAH ATO BENAR AKAN SEJARAH ITU, MBAH KHOLIL ADALAH IDOLAKU.
    JANGN RAGU UNTUK MAJU,KRNA AGAMA TK LAGI BISA DI RAGUKAN KBENARANYA.

  8. Anonymous said

    Slah poto nya..!! Kh bangkalan madura

  9. mohammad hipni said

    kalo ada info buku tentang kyai Khalil tol infonya….

  10. kurdi said

    perlu kami klarifikasi bahwa foto yang tercantum di atas bukanlah fotonya KH KHolil Bin Abd Latif Bangkalan
    tapi Foto dari Raden Kemmoh/H.Kholil KarangBhutoh Bangkalan

    • kurdi said

      seluruh keluarga bani kholil bangkalan telah menelusuri tentang foto KH Kholil bin Abd latif
      sampai saat ini belum ada bahkan putra beliau yang bernama KH Imron bin KH Kholil sempat di foto namun tidak tertangkap oleh kamera

      harap penjelasan ini di sebarluaskan demi pelurusan sejarah

      • Anonymous said

        bg dg blog wong bagus yg bersumber dari KH.Imam Bukhori Bangkalan kalo fhoto itu fhotonya Mbah Kholil bin KH.Abd.Latif Bangkalan?

  11. R.Andyyanto said

    Syaikhuna Khalil Al Bangkalani Sulthonul Auliya’ qaddasallah Sirra

  12. MUHAIMIN AL-JAMI said

    bismillah hirrohmanirrohim
    dengan semangat perjuangan para kiyai dan ulama waktu di jaman nya dulu dan para wali wali olloh untuk menegak kan akidah dan sariat islam.perjuangan ini yang harus kiya contoh jangan sampaikita terpengaruh budaya barat yang menyesatkan umat muslim,
    saya peribadi sangat senang mendengar riwayat hidup para wali olloh dalam melanjut kan rasullulloh dibumi pertiwi nusantara ini,wahai saudaraku seiman dan seagama tetapkan akidahmu jalankan sariahmu jujung tinggi agama kita ISLAM agam yang diridhoi oleh ollohjangan sapai kita berpecah belah, ya olloh satu kami dengan kalimahmu
    laillahailloh muhammaddarasullulloh,

    • Anonymous said

      sodaqta ! tapi di zamam yang sekarang ini banyak manusia yang tahu agama bahkan berpendidikan tinggi junstru dimanfaatkan untuk kebutuhan pribadinya. lebih lagi yang berkaitan dengan masalah ekonomi, nah yang jadi pertanyaan sekarang bagaimana kita menanggapi orang yang semacam itu GUS ? apa mungkin sekarang sudah kembali kezaman jahiliyah toooooo ?

  13. Anonymous said

    Sebaik baik manusia adalah yang merasa dirinya bodoh serta tawakal yang hakiki

  14. moh.taufiq said

    trims banyak atas muculnya biografi kh.kholil diinternet bisa menggugah motifasi hati kita bisa mencontoh dan meneruskan ajarannya.

  15. M.irfan.afandi said

    YA ALLOH pangjangkan umur para kyai,para habaib,para waliyulloh,persatukanlah beliau.semoga kulo yang bodoh ini bisa mengambil sedikit suri tauladan MBAH YAI KHOLIL.kalau pun yang sudah menghadap Pangjenengan YA ALLOH ampuni dosa-dosa beliau dan terimalah amal ibadah beliau.

  16. Fatkhur Rozaq said

    ass. mohon dikirim informasi tentang syaikhonaa bangkalan tentang buku yang berjudul surat kepada anjing hitam. wss.

  17. oppy ariyanto said

    assalamu’alaikum…wr.wb
    saya pribadi sangat senang sekali karena saya sendiri dulu pernah nyantri di pesantren mbah kholil.. yang sekarang di asuh oleh RKH. fuad amin imron,
    kalau boleh saya minta dong cerita carita tentang mbah kholil yang lebih banyak lagi….
    karena saya sangat kagum dengan perjuangan beliau..
    wassalamu’alaikum wr,wb…

  18. Senang banget sy membaca biografi ulama besar indonesia. Trims sumbangsihny.

  19. Senang banget sy membaca biografi ulama besar indonesia. Trims sumbangsihny.

  20. usiseh said

    assalamualaikum wr wb

    tujuan kita pesantren adalah untuk memperkuat ibadah kita jangan sampai iman kita kendor……

    dan jangan sampai orang2 perpikiran negatif tentang kita pesantren

    buatlah diri kita tetap sehat jasmani dan rohani………ok…..!!!!!

    wassalamualaikum wr wb

  21. Zakky said

    Assalamualaikum,

    Ada sedikit ketidakmengertian saya mengenai penelusuran sejarah dari biografi KH Kholil di atas.

    “Kh.Ghozi menambahkan, dalam peristiwa 10 November, Mbah Kholil bersama kiai-kiai besar seperti Bisri Syansuri, Hasyim Asy’ari, Wahab Chasbullah dan Mbah Abas Buntet Cirebon, mengerahkan semua kekuatan gaibnya untuk melawan tentara Sekutu.”

    Tentunya peristiwa di atas merujuk pada tanggal 10 November 1945.

    Akan tetapi mengingat KH. Muhammad Kholil al-Maduri, wafat dalam usia yang lanjut 106 tahun, pada 29 Ramadan 1341 Hijrah/14 Mei 1923 Masehi, ada sedikit pertentangan/kerancuan dalam biografi KH Kholil.

    Apakah peristiwa 10 November tersebut merujuk kepada KH Kholil yg berbeda (dari KH. Muhammad Kholil al-Maduri)?

    Terima kasih untuk penjelasnnya sebelumnya..

    Wa’alaikumsalam,

    • arif said

      walaikumsalam wr wb

      makasih atas sarannya mas…kebetulan saya mengammbil artikel ini dari sebuah buku….jika ada kesalahan saya mohon maaf mas….dan saya senang sekali klo mas bisa membetulakannya tepat dan tahun kejadiannya…

  22. Zakky said

    Assalamualaikum,

    Ada sedikit ketidakmengertian saya mengenai penelusuran sejarah dari biografi KH Kholil di atas.

    “Kh.Ghozi menambahkan, dalam peristiwa 10 November, Mbah Kholil bersama kiai-kiai besar seperti Bisri Syansuri, Hasyim Asy’ari, Wahab Chasbullah dan Mbah Abas Buntet Cirebon, mengerahkan semua kekuatan gaibnya untuk melawan tentara Sekutu.”

    Tentunya peristiwa di atas merujuk pada tanggal 10 November 1945.

    Akan tetapi mengingat KH. Muhammad Kholil al-Maduri, wafat dalam usia yang lanjut 106 tahun, pada 29 Ramadan 1341 Hijrah/14 Mei 1923 Masehi, ada sedikit pertentangan/kerancuan dalam biografi KH Kholil.

    Apakah peristiwa 10 November tersebut merujuk kepada KH Kholil yg berbeda (dari KH. Muhammad Kholil al-Maduri)?

    Terima kasih untuk penjelasnnya sebelumnya..

    Walaikumsalam,

    • Ghandul said

      assalamualaikum

      kl menurut sy bukan suatu hal yang mustahil bagi wali Allah untuk melakukan hal yg demikian meskipun beliau wafat sblm peristiwa 10 november 1945

      wassalam

  23. Alhamdulillah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 41 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: